Suporter Arsenal Diamankan Setelah Diketahui Ingin Membunuh Pemain Brighton

0
63
Suporter Arsenal Diamankan Setelah Diketahui Ingin Membunuh Pemain Brighton
Suporter Arsenal Diamankan Setelah Diketahui Ingin Membunuh Pemain Brighton

BOLAPEDIA.co.id – Derek Ng De Ren, seorang penggemar Arsenal dari Singapura, dijatuhi hukuman percobaan sembilan bulan karena mengancam akan membunuh Neal Maupay dari Brighton & Hove Albion dan keluarganya. Derek membuat ancaman di media sosial setelah kemenangan 2-1 Brighton di Premier League melawan Arsenal pada akhir Juni 2020.

The Gunners unggul lebih dulu pada menit ke-68 dalam pertemuan di AMEX Stadium, berkat gol Nicolas Pepe. Tujuh menit berselang, Brighton menyamakan kedudukan lewat sepakan Lewis Dunk. Maupay mengembalikan paritas dengan gol telat.

Derek menyalahkan Maupay atas kekalahan timnya. Derek juga menuduh pencetak gol terbanyak musim lalu untuk Brighton sengaja melukai kiper Bernd Leno sebelum mencetak gol.

Selain itu, ia juga mengirimkan pesan ancaman di akun Instagram Maupay. Bukan hanya sekali, tapi berkali-kali di hari-hari setelah pertandingan, Derek menggunakan platform media sosial Instagram untuk mengirim pesan ancaman yang berbeda.

Maupay dan keluarganya diduga mendapat kecaman akibat hal ini. Mereka dilaporkan takut meninggalkan rumah untuk jangka waktu tertentu. Maupay kemudian menangguhkan akun Instagram Derek.

Derek diduga membuat akun Instagram baru dan terus melecehkan Maupay hingga sang pemain melaporkan kejadian tersebut ke Liga Inggris dan FA, serta PSSI Inggris, yang kemudian mengakui Derek sebagai warga Singapura.

Pada Agustus tahun lalu, FA mengajukan keluhan kepada otoritas penegak hukum Singapura. Derek ditangkap awal tahun ini, pada usia 19 tahun.

Dia akhirnya dinyatakan bersalah dan dijatuhi hukuman percobaan sembilan bulan oleh pengadilan Singapura. Selain itu, ia diharuskan melakukan empat puluh jam kerja sosial dan terapi.

Derek juga diduga diberi jam malam selama masa percobaannya, melarang dia meninggalkan rumah antara jam 22.00 dan 06.00 waktu setempat. Ibunya dilaporkan telah membayar 5.000 dolar Singapura atau sekitar Rp. 53,7 juta, sebagai jaminan bahwa putranya akan mematuhi komitmen ini.

Penalti Derek dipandang sebagai sinyal dari FA dan ofisial Liga Inggris bahwa mereka menganggap serius ancaman terhadap semua pemain. Lebih dari setengah serangan dunia maya berasal dari luar Inggris, menurut laporan. Arsenal sebelumnya telah mengkritik apa yang mereka anggap sebagai perilaku berlebihan oleh para penggemarnya. Mereka mendesak para pendukung untuk menerima hasil pertandingan dengan lapang dada, terlepas dari hasilnya.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here